Adabanyak film bernuansa religi yang cukup menyita perhatian belakangan ini. Salah satunya adalah "Bulan Terbelah di Langit Amerika". Film yang mengisahkan tentang Hanum dan Rangga ini dirilis pada akhir 2015. Film ini mendapat perhatian penonton yang banyak. Tercatat, 917.865 orang yang menonton film ini.
Syekh Muhammad Rasyid Ridha 1865-1935, ulama besar modernis dan ahli hadits terkemuka di awal abad ke-20, menolak keabsahan hadits-hadits tentang pernah terbelahnya bulan di masa Nabi saw. hidup. Syekh Muhammad Rasyid Ridha dikenal sangat keras menolak hadits-hadits Israiliyat dan hadits-hadits dari para perawi yang biasa meriwayatkan hadits-hadits tersebut seperti Kahb al-Ahbar dan Wahb ibn-Munabbih. Rasyid Ridha bahkan dengan tegas menganggap keduanya sebagai tokoh Israiliyat yang paling jahat dan paling sengit dalam mengacaukan dan menipu kaum Muslim.[1] Rasyid Ridha juga dikenal sebagai ulama yang menolak semua mukjizat Rasulullah saw. yang hissi indrawi kecuali Al-Qurโan, kemudian menakwilkan mukjizat-mukjizat tersebut secara rasional agar dapat diterima oleh akal. Salah satu dari penakwilannya itu adalah terhadap riwayat tentang peristiwa terbelahnya bulan pada masa Rasulullah saw. Menurut para mufassir, peristiwa itu sudah diinformasikan dalam surat al-Qamar 54 ayat 1 ุงูููุชูุฑูุจูุชู ุงูุณููุงุนูุฉู ููุงููุดูููู ุงููููู
ูุฑู โSaat datangnya hari kiamat telah dekat, dan terbelahlah bulan.โ Menurut banyak ahli tafsir, peristiwa tentang terbelahnya bulan itu sudah terjadi pada masa Rasulullah saw., tepatnya lima tahun sebelum beliau hijrah ke Madinah. Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Anas bin Malik bahwa penduduk Mekkah telah meminta kepada Rasulullah saw. Agar memperlihatkan suatu mukjizat kepada mereka untuk menjadi bukti kerasulan beliau. Allah kemudian memperlihatkan kepada mereka terbelahnya bulan. Selain itu, telah pula diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Masโud bahwa pada masa Rasulullah saw., bulan terbelah menjadi dua. Rasulullah kemudian berseru, โSaksikanlah oleh kalian.โ Dalam riwayat lain disebutkan, โKetika kami berada di Mina bersama Rasulullah saw., bulan terbelah dua. Sebelah berada di balik gunung dan sebelah lagi berada di depan gunung. Rasulullah saw. lalu bersabda kepada kami, Saksikanlah oleh kalian.'โ Al-Bukhari dan Muslim juga telah meriwayatkan dari Abdullah bin Abbas bahwa bulan pernah terbelah pada masa Rasulullah saw. Di samping itu, Muslim juga telah meriwayatkan dari Abdullah bin Umar yang mengatakan bahwa pada masa Rasulullah saw. bulan terbelah, lalu menjadi dua bagian. Orang-orang Quraisy kemudian berkata, โMuhammad sudah menyihir mata kita.โ Di antara mereka itu kemudian ada yang berucap, โWalaupun ia dapat menyihir kita, ia tidak akan dapat menyihir semua orang.โ Menurut riwayat yang lain, mereka kemudian bertemu dengan kafilah yang menginformasikan bahwa mereka telah melihat peristiwa itu, namun-namun orang-orang Quraisy mendustakannya. Menurut sejumlah pakar hadits, hadits-hadits tentang terbelahnya bulan pada masa Rasulullah saw. tidak hanya termasuk hadits-hadits shahih, tetapi juga termasuk hadits-hadits mutawatir. Meskipun demikian, Syekh Rasyid Ridha tidak bisa menerima hadits-hadits tersebut, baik dilihat dari segi periwayatan isnad maupun dari segi isi atau redaksinya matan. Menurut Rasyid Ridha, apabila dilihat dari segi periwayatan, hadits-hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik dan Abdullah bin Abbas tergolong hadits mursal hadits yang terputus sanad perawinya setelah tabiโin. Dikatakan demikian, karena peristiwa terbelahnya bulan itu terjadi pada tahun kelima sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Pada waktu itu Anas berada di Madinah dan baru berusia lima tahun, sedangkan Ibnu Abbas belum lahir. Meskipun ada kemungkinan mereka berdua itu telah meriwayatkannya dari sahabat yang lebih tua daripada mereka, tidak pula suatu hal yang mustahil jika mereka telah meriwayatkannya dari tabiโin, bahkan dari Kaโb al-Ahbar yang tidak dipercaya oleh Rasyid Ridha karena banyak meriwayatkan hadits-hadits Israiliyat -MA. Kalau mereka telah meriwayatkannya bukan dari sahabat, sudah tentu hadits-hadits tersebut tidak dapat dikatakan hadits-hadits shahih, karena salah satu persyaratannya, yaitu sanadnya harus bersambung sampai kepada periwayat yang menyaksikan peristiwa terbelahnya bulan itu tidak terpenuhi.[2] Berkenaan dengan posisi Ibnu Umar, Rasyid Ridha mengatakan bahwa di dalam riwayat itu, Ibnu Umar tidak menyatakan telah menyaksikan peristiwa tersebut, tetapi hanya menceritakan bahwa bulan terlihat terbelah dua.[3] Hadits-hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Masโud memang shahih secara isnad. Akan tetapi, jika dilihat dari segi matan-nya, hadits-hadits tersebut tidak dapat dikatakan demikian. Sebab, matan-matan yang terdapat di dalam hadits-hadits tersebut saling bertentangan. Misalnya, matan yang pertama menginformasikan bahwa peristiwa tentang terbelahnya bulan itu terjadi di Mekkah. Namun, matan yang lain menginformasikan bahwa peristiwa tersebut terjadi ketika Ibnu Masโud dan para sahabat yang lain sedang berada di Mina bersama Rasulullah saw. Matan-matan yang terdapat pada riwayat-riwayat yang lain begitu juga. Misalnya, matan yang pertama menginformasikan bahwa bulan telah terbelah dua, belahan yang pertama berada di atas Abu Qubays dan belahan yang kedua berada di atas Suayda. Matan yang kedua menjelaskan bahwa belahan yang pertama berada di balik gunung dan belahan yang kedua berada di depan gunung. Matan yang ketiga menerangkan bahwa belahan yang pertama berada di bukit Shafa dan belahan yang kedua berada di Marwa, dan seterusnya. Menurut kaidah yang sudah dikenal di kalangan ulama adalah apabila terdapat beberapa nash yang saling berlawanan, sedangkan upaya untuk mengkompromikannya tidak berhasil, nash-nash itu menjadi gugur.[4] Selain argumen di atas, Rasyid Ridha juga mengatakan bahwa jika hadits-hadits yang berkenaan dengan terbelahnya bulan menjadi dua bagian itu benar termasuk hadits mutawatir, pasti orang-orang di berbagai negeri dan dari berbagai bangsa banyak yang melihat dan meliput peristiwa alam yang menakjubkan itu. Di samping itu juga, jika betul peristiwa itu merupakan mukjizat yang membuktikan kebenaran Rasulullah saw. pasti para sahabat besar yang meyertai beliau , seperti Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali khulafa al-rasyidin serta orang-orang yang sudah dijamin masuk surga tidak ketinggalan pula meriwayatkan peristiwa yang langka tersebut. Namun, kenyataannya tidaklah demikian.[5] Argumen lain yang dikemukakan Rasyid Ridha adalah Allah telah menciptakan alam semesta ini beserta planet-planetnya dalam keadaan yang baik sekali, teratur rapi, tidak ada perbenturan satu sama lain, dan tidak ada kesemrawutan padanya. Allah telah menciptakan dan mengatur semuanya itu dengan sunnah-Nya yang tidak pernah mengalami pergantian dan perubahan. Karena itu, tidak perlu dipercayai berita tentang adanya suatu peristiwa alam yang telah dapat mengubah sunnatullah, kecuali jika berita itu adalah berita yang didasarkan pada nash yang qathโI, seperti berita-berita tentang mukjizat-mukjizat para rasul yang telah dijelaskan oleh Allah di dalam Al-Qurโan. Padahal, berita tentang peristiwa terbelahnya bulan pada masa Rasulullah saw. dan munculnya matahari dari sebelah barat, di samping bertentangan dengan sistem pengaturan alam semesta, juga bertentangan dengan surat ar-Rahman 55 ayat 5 โMatahari dan bulan beredar menurut perhitunganโ dan sabda Rasulullah saw., โSesungguhnya matahari dan bulan, tidak untuk memberitahukan kematian dan kehidupan seseorang, tetapi untuk menjadi dua tanda kekuasaan Allah.โ Dalam penjelasan selanjutnya, Rasyid Ridha mengatakan bahwa jika betul peristiwa terbelahnya bulan itu merupakan jawaban atas permintaan kafir Quraisy agar beliau memperlihatkan mukjizat yang menjadi bukti kerasulan beliau, tentu Allah akan menurunkan azab kepada mereka, sesuai dengan penegasan Allah di surat al-Israa 17 ayat 59 tentang azab yang diterima oleh kaum Tsamud yang telah mendustakan Rasul Allah ููู
ูุง ู
ูููุนูููุง ุงููู ูููุฑูุณููู ุจูุงููุงูฐููฐุชู ุงููููุง ุงููู ููุฐููุจู ุจูููุง ุงููุงูููููููููู ููุงูฐุชูููููุง ุซูู
ูููุฏู ุงููููุงููุฉู ู
ูุจูุตูุฑูุฉู ููุธูููู
ูููุง ุจูููุง ููู
ูุง ููุฑูุณููู ุจูุงููุงูฐููฐุชู ุงููููุง ุชูุฎูููููููุง โDan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan kepadamu tanda-tanda kekuasaan Kami, kecuali karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang terdahulu. Kami telah memberikan unta betina kepada Tsamud untuk menjadi mukjizat yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu. Dan Kami tidak memberikan tanda-tanda itu, kecuali untuk menakut-nakuti.โ Akan tetapi, tidak pernah diriwayatkan bahwa Allah telah menurunkan azab kepada salah seorang pun dari mereka yang telah mendustakan kerasulan Muhammad. Bahkan sebaliknya, di antara mereka itu ada yang meninggal beberapa waktu kemudian sesudah peristiwa tersebut, ada yang meninggal pada waktu perang Badar, dan ada pula yang memeluk Islam beberapa tahun kemudian setelah mendustakan beliau.[6] Meskipun argumen-argumen yang telah dikemukakan Ridha tersebut masih bisa diperdebatkan, yang jelas apabila ditinjau dari sudut sains modern, khususnya ilmu fisika dan astronomi, peristiwa bulan terbelah dua itu tidak masuk akal dan tidak mungkin terjadi. Sebab, jika planet yang dekat dengan bumi itu sedikit saja bergeser dari orbitnya, sudah menimbulkan akibat yang serius pada tatanan alam semesta dan para penghuni bumi, apalagi jika planet tersebut terbelah menjadi dua. Sesuai dengan pendiriannya tersebut, maka Ridha tidak mau menafsirkan ayat pertama surat al-Qamar, โinsyaqq al-qamarโ bulan sudah terbelah dengan pengertian hakiki, tetapi menafsirkan atau tepatnya menakwilkannya dengan pengertian majasi, yaitu โkebenaran sudah muncul atau jelasโ. Argumen Rasyid Ridha mengambil pengertian tersebut adalah kalau kita merujuk kepada bahasa Arab seperti yang terdapat dalam berbagai kamus, lafal insyaqq bisa juga diartikan dengan โmunculโ. Di dalam kitab Lisan al-Arab, kalimat โsyaqq al-shubhโ diartikan dengan โshubuh sudah munculโ. Di dalam hadits juga disebutkan, โfalammaa saqqa al-fajr umirnaa bi iqaamat al-shalaahโ, yang berarti โapabila sudah muncul terbit fajar, kita disuruh mendirikan shalat.โ Kalau disebut insyaqq al-barq, maksudnya adalah cahaya kilat itu muncul memanjang dan membentang di cakrawala. Dengan pengertian itulah pula kalimat insyaqq al-qamar. Maksudnya, cahaya bulan itu telah muncul dan menyebar. Di dalam surat al-Qamar, lafaz tersebut diartikan dengan โkebenaran telah muncul dan jelas bagaikan bulan yang telah membelah kegelapan dengan munculnya malam purnamaโ. Menurut al-Raghib di dalam Muโjam Mufradaat Alfazh Al-Qurโan, kalimat insyaqq al-qamar itu ada yang mengatikannya dengan bulan pernah terbelah dua pada masa Rasulullah saw, ada yang mengartikannya dengan terbelahnya bulan itu akan terjadi pada waktu hari kiamat sudah dekat, dan ada pula yang mengartikannya dengan wadhh al-amr perkara sudah jelas atau terang. Alasannya ialah bangsa Arab biasa mengibaratkan perkara yang sudah jelas dengan bulan. Namun, menurut penulis al-Taj, pengertian yang terakhir adalah pengertian yang terdekat dengan ayat, terutama apabila dilihat dari segi nash bahasa dan relevansi ayat, karena bulan yang terbelah menjadi dua bagian yang terpisah tidak termasuk pada peringatan terhadap kaum musyrik yang menjadi pokok pembicaraan surat. Hal itu juga tidak dapat dianggap bagian dari tanda-tanda hari kiamat, seperti langit terbelah dan bintang-bintang berhamburan. Dengan demikian, pengertian ayat tersebut adalah โkebenaran telah muncul atau jelas dan kejelasannya itu adalah dengan turunnya ayat-ayat Al-Qurโan.โ[7] * Diambil dari buku โRASYID RIDHA, Konsep Teologi Rasional dalam Tafsir al-Manarโ, oleh A. Athaillah. ***** [1] Rasyid Ridha, Majalah Al-Manar, Jilid XXVII, juz ke-10, hal. 783. [2] Rasyid Ridha, Majalah Al-Manar, jld. XXX, hal. 262. [3] Rasyid Ridha, Majalah Al-Manar, jld. XXX, hal. 263. [4] Rasyid Ridha, Majalah Al-Manar, jld. XXX, hal. 264. [5] Rasyid Ridha, Majalah Al-Manar, jld. XXX, hal. 266. [6] Rasyid Ridha, Majalah Al-Manar, jld. XXX, hal. 368. [7] Rasyid Ridha, Majalah Al-Manar, jld. XXX, hal. 372-373.
Abdullahbin Masud meriwayatkan, "Ketika Nabi hidup Bulan terbelah menjadi dua bagian dan atas hal tersebut Nab berkata, "menjadi saksilah" Volume 5, Book 58, Number 208, 210, 211 'Abdullah meriwayatkan: "Bulan terbelah (menjadi dua) ketika kami dan Nabi di Mina. Ia berkata "Menjadi saksilah" dan satu potongan itu menuju kearah gunung
Jakarta Bulan merupakan satelit alami satu-satu Bumi, dan merupakan satelit terbesar kelima di tata surya Bimasakti serta yang terbesar jika didasarkan pada ukuran planet yang menjadi orbitnya. Dan Bulan disebut penelitian modern NASA menyebut bukan objek mati. Bulan memiliki diameter 27 persen, kepadatan 60 persen dan massa satu per 81 dari massa Bumi. Dua peneliti, Tom Watters dari Smithsonian National Air dan Space Museum menyebut Bulan memiliki patahan bernama Lobate Scarp, diyakini akibat material kerak bulan yang saling mendorong. Patahan ini juga disebut Watters mengindikasikan terdapat faktor yang menyebabkan Bulan mengalami pengerutan atau penyusutan. Watters memperkirakan patahan terjadi pada sekitar dua miliar tahun lalu hingga ratusan juta tahun lalu. Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini? Sementara itu pada tahun 2010 lalu, staf peneliti NASA Lunar Science Institute NSLI Brad Bailey menyebut bahwa pihaknya belum menemukan laporan bukti ilmiah yang menyebut bahwa Bulan terbelah menjadi dua atau lebih bagian, dan kemudian menyatu kembali di titik tertentu di masa lalu. Menurut Al Quran, Bulan pernah terbelah sehingga memunculkan fenomena patahan ini terjadi pada sekitar tahun lalu. Dalam surat Al Qamar ayat 1, Allah Subhanahu wa taโala berfirman bahwa saat hari kiamat semakin dekat, bulan pun terbelah. Selain itu, fenomena Bulan terbelah ini juga menjadi salah satu mukjizat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam, sebagai bukti kenabian di hadapan orang-orang musyrik, seperti yang disampaikan di Al Quran pada surat Al Qamar ayat 2 dan 3. "Dan jika mereka orang-orang musyrikin melihat suatu tanda mukjizat, mereka berpaling dan berkata 'Ini adalah sihir yang terus-menerus. Dan mereka mendustakan Nabi dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya'." QS Al Qamar 2โ3
Banyaksekali ayat2 dalam Al-Qur'an yang menerangkan tentang tabiat orang2 kafir ini seperti Firnan Allah dalam Al-Qur'an surat Al Qomar 54:1-2 " Telah dekat saat itu (datangnya kiamat) dan bulan telah terbelah. Dan jika orang2 (kafir) menyaksikan suatu tanda (mukjizat), mereka mengingkarinya dan mengatakan bahwa itu adalah sihir."
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID ALTjj13OzIf64sNbYucsVRUyWe6aNHor4RmOrWcrb0Rwp_nwL285Hw==
SesungguhnyaAllah menyukai orang-orang yang berlaku adil.". Pada sisi lain, Profesor Quraish Shihab dalam kitab Tafsir Al Misbah; Pesan,Kesan, dan Keserasian al-Qur'an, mengatakan ada ulama membolehkan mengucapkan selamat Natal. Kebolehan tersebut berasaskan pada firman Allah Q.S Maryam /19;33, yang juga merupakan ucapan selamat Nabi Isa.
Saat ini umat Islam telah memasuki bulan Syaโban. Dan aneka ibadah dianjurkan selama bulan istimewa tersebut. Dari mulai puasa, membaca Al-Qurโan, sedekah, dan ibadah lain. Prinsipnya, Syaโban harus diisi dengan ibadah terbaik sebagai persiapan menuju Ramadhan. Di luar itu semua, ada kejadian yang cukup menakjubkan di bulan Syaโban yang tentu saja layak dikenang sepanjang zaman. Yakni peristiwa terbelahnya bulan. Kejadian tersebut menjadi pembenar bahwa petunjuk Allah SWT demikian mahal, bahkan tiada terhingga. Karena meski menyaksikan kejadian istimewa, toh seseorang kalau hatinya tertutup akan sulit mendapat hidayah. Habib Abu Bakar al-Adni dalam kitab An-Nafhah al-Rabbaniyah fi Khashรขis asy-Syaโbaniyah menjelaskan dengan bentuk syair ุงูุดูุงู ุงููู
ุฑ ูู ูุตู ุดูุฑ ุดุนุจุงู ูู ุงููุตู ู
ู ุดุนุจุงู ูุงูุจุฏุฑ ุงุณุชูู ู
ูุชู
ูุง ูู ุฃููู ู
ุชูุฏุง ุฏุงุฑ ุงูุญุฏูุซ ูู ููุงุญู ู
ูุฉ ุจูู ุงูุฑุณูู ููุฑูุด ุจูุฏุง ูุฏุนูู
ููุญู ููู
ุง ูููุฐูุง ุฃููุณูู
ู
ู ุดุฑ ุดุฑู ุจุฏุฏุง ูุงุดุชุฑุทูุง ู
ู ุฃุฌู ูุฐุง ุฃู ูุฑูุง ุจุงูุนูู ุดู ุงูุจุฏุฑ ูุงูุดู ุงุจุชุฏุง ู
ุนุฌุฒุฉ ููู
ุตุทูู ูู ููู
ู ุฌุงุฆุช ุจูุง ุงูุฃูุงุช ูุงูุฑุฃ ุชุณุนุฏุง Artinya Terbelahnya bulan pada pertengahan Syaโban Pada pertengahan bulan Syaโban, ketika matahari ada di posisi istiwa, dengan kesempurnaan cahayanya di ufuk terjadilah perbincangan di sudut Kota Makkah, antara Rasulullah dan kaum Quraisy. Rasulullah mengajak mereka kaum Quraisy pada kebenaran, agar diri mereka bisa lepas dari jeleknya kesyirikan dengan ajakan ini mereka memberikan syarat berupa bisa melihat terbelahnya bulan, kemudian bulan terbelah dengan jelas. Mukjizat Nabi yang terpilih pada kaumnya, terdapat dalam Al-Qurโan ayat tentang peristiwa tersebut, maka bacalah agar engkau selamat. Setelah bulan terbelah menjadi dua dengan sangat jelas, dan mereka saksikan secara langsung, apakah mereka beriman? Mari simak penjelasan Habib Abu Bakar selanjutnya ููุฐุจูู ูู
ุถูุง ูู ุบููู
ุฌููุง ููุจุฑุง ูุงูุฒู
ุงู ุงุชุญุฏุง ูููููููู ู
ุฑุชุจูููุท ุจุดูููุฑู ุดุนุจุงู ู
ู ุญูุซ ุงูุฒู
ุงู ุงูู
ุจุชุฏุง Artinya Mereka mengingkari dan pergi dalam keadaan sesat sebab kebodohan dan kesombongan Peristiwa ini diketahui terjadi pada bulan Syaโban. Lihat An-Nafhah al-Robbaniah fi Khosoisi al-Syaโbaniah, halaman 11-12 Peristiwa terbelahnya bulan yang terjadi pada zaman Nabi Muhammad itu merupakan salah satu mukjizat luar biasa, bahkan diabadikan dalam Al-Qurโan tepatnya dalam surat Al-Qamar. Allah berfirman ุงููุชูุฑูุจูุชู ุงูุณููุงุนูุฉู ููุงููุดูููู ุงููููู
ูุฑู ููุฅููู ููุฑูููุง ุขููุฉู ููุนูุฑูุถููุง ููููููููููุง ุณูุญูุฑู ู
ูุณูุชูู
ูุฑูู ููููุฐููุจููุง ููุงุชููุจูุนููุง ุฃูููููุงุกูููู
ู ููููููู ุฃูู
ูุฑู ู
ูุณูุชูููุฑูู Artyinya Saat hari kiamat semakin dekat, bulan pun terbelah. Dan jika mereka orang-orang musyrikin melihat suatu tanda mukjizat, mereka berpaling dan berkata, ini adalah sihir yang terus-menerus. Dan mereka mendustakan Muhammad serta mengikuti keinginannya, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya. QS Al-Qalam 1-3 Menurut Syekh Wahbah az-Zuhaili dalam kitab Tafsir Munir, ayat tersebut mengisahkan sikap kaum kafir Quraisy yang terus-menerus mendustakan dakwah Nabi. Dikemukakan ุซู
ุฃุฎุจุฑ ุงููู ุชุนุงูู ุนู ู
ููู ุงูููุงุฑ ูุนูุงุฏูู
ุฃู
ุงู
ูุฐู ุงูู
ุนุฌุฒุฉุ ููุงู ููุฅููู ููุฑูููุง ุขููุฉู ููุนูุฑูุถููุงุ ููููููููููุง ุณูุญูุฑู ู
ูุณูุชูู
ูุฑูู ุฃู ูุฅู ูุฑ ุงูู
ุดุฑููู ุนูุงู
ุฉ ุนูู ุงููุจูุฉ ูุฏูููุง ุนูู ุตุฏู ุงูููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุ ูุนุฑุถูุง ุนู ุงูุชุตุฏูู ูุงูุฅูู
ุงู ุจูุงุ ูููููุง ู
ูุฐุจูู ุจูุง ูุงุฆููู ูุฐุง ุณุญุฑ ููู ุดุฏูุฏ ูุนูู ูู ุณุญุฑ Artinya Kemudian Allah memberikan kabar terkait sikap dan keras kepalanya orang-orang kafir di hadapan mukjizat ini terbelahnya Bulan. Allah berfirman ููุฅููู ููุฑูููุง ุขููุฉู ููุนูุฑูุถููุง ุงูุฎ yaitu, meski orang-orang musyrik melihat tanda-tanda kenabian, dan bukti bahwa Nabi Muhammad benar, mereka tetap berpaling dari kebenaran dan iman padanya, bahkan pergi sambil berkata, ini adalah sihir yang kuat dan hebat, dan melebihi setiap sihir. Syekh Wahbah az-Zuhaili melanjutkan ููุฐุง ุฑุฏู ุนูู ุงูู
ุดุฑููู ุงูุฐูู ุทุงูุจูุง ุจุขูุฉุ ูุงู ุงูู
ูุณุฑูู ูู
ุง ุงูุดู ุงููู
ุฑุ ูุงู ุงูู
ุดุฑููู ุณุญุฑูุง ู
ุญู
ุฏุ ููุงู ุงููู ุชุนุงูู ููุฅููู ููุฑูููุง ุขููุฉู ูุนูู ุงูุดูุงู ุงููู
ุฑ. ุซู
ุฃูุฏ ุชุนุงูู ู
ููููู
ูุฐุง ุจูููู ููููุฐููุจููุง ููุงุชููุจูุนููุง ุฃููููุงุกูููู
ูุ ููููููู ุฃูู
ูุฑู ู
ูุณูุชูููุฑูู ุฃู ููุฐุจูุง ุจุงูุญู ุฅุฐ ุฌุงุกูู
ุ ูุงุชุจุนูุง ู
ุง ุฃู
ูุชู ุนููู ุฃููุงุคูู
ูุขุฑุงุคูู
ูู ุฃู ู
ุญู
ุฏุง ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุณุงุญุฑ ุฃู ูุงููุ ุจุณุจุจ ุฌูููู
ูุณุฎุงูุฉ ุนููููู
. ุซู
ูุฏุฏูู
ุชุนุงูู ูุฃุฎุจุฑูู
ุจุฃู ูู ุฃู
ุฑ ู
ูุชู ุฅูู ุบุงูุฉ ู
ู
ุงุซูุฉ ููุ ูุงูุฎูุฑ ูุณุชูุฑ ุจุฃูู ุงูุฎูุฑุ ูุงูุดุฑ ูุณุชูุฑ ุจุฃูู ุงูุดุฑู Artinya Ayat ini ููุฅููู ููุฑูููุง ุขููุฉู ููุนูุฑูุถููุง ุงูุฎ merupakan penolakan terhadap permintaan orang-orang musyrik terhadap suatu mukjizat. Ulama mufassirin ahli tafsir mengatakan, ketika bulan terbelah, orang-orang musyrik berkata Muhammad telah menyihir kita. Maka Allah berfirman ููุฅููู ููุฑูููุง ุขููุฉู ููุนูุฑูุถููุง ุงูุฎ yaitu mereka akan tetap berpaling meski sudah melihat mukjizat secara jelas. Kemudian Allah memperjelas dengan ayat selanjutnya ููููุฐููุจููุง ููุงุชููุจูุนููุง ุฃููููุงุกูููู
ู bahwa orang musyrik akan mendustakan terhadap kebenaran yang didatangkan kepadanya, dan mengikuti sikap condong terhadap keinginan dan persepsinya. Bahwa Nabi Muhammad adalah penyihir dan peramal, semua itu disebabkan kebodohan dan sempitnya akal mereka. Dan Allah memberikan peringatan bahwa semua bukti sudah Allah tunjukkan pada mereka, dengan bukti yang sangat jelas. Maka kebaikan akan selalu bersama dengan orang baik, begitu pun kejelekan akan selalu bersama dengan orang jelek. Lihat, Tafsir al-Munir, juz 27, halaman 144. Dari kejadian ini terdapat hikmah yang sangat besar. Yaitu, orang yang sudah menyaksikan secara langsung bukti kekuasaan Allah, dan bukti kebenaran Nabi Muhammad sekalipun, dengan sangat jelas dan sempurna, tanpa kekurangan dan kecacatan sama sekali belum tentu mendapatkan hidayah Islam. Bahkan kejadian itu sama sekali tidak berfaedah bagi orang-orang yang sudah keras kepala.
Bulanterduduk tanpa bintang memandangi akuBersimpuh tak berkawanDi sebuah ruang kosongDi hatiku sendiriMeratapi rindu yang mengolah wajahmu dalam sep Malam Bulan Terbelah - tunggu
โTelah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka melihat suatu tanda, mereka berpaling dan berkata, โSihir yang terus menerus,โ Al-Qamar [54] 1-2. SUATU hari di sebuah seminar di Fakultas Kedokteran Universitas Cardiff di Wales, Inggris, awal tahun 2000-an. Hadir di situ Dr Zaglul An-Najjar, penulis buku Pembuktian Sains dalam Sunah. Seorang laki-laki berkebangsaan Inggris berdiri dan meminta izin untuk berbicara. Ia mengenalkan dirinya bernama David M Pidcock, seorang Muslim dan tengah memimpin sebuah organisasi Islam di negaranya. Sebelumnya ia non-Muslim. Peristiwa ke-Islaman-nya berawal ketika seorang sahabat Muslim meminjamkan Al-Qurโan kepadanya. Kebetulan saat itu ia tengah intens mempelajari agama-agama di dunia. Pidcock mulai mempelajari halaman demi halaman Al-Qurโan hingga tiba pada Surat Al-Qomar 1 โ 2. Ia tak percaya isi surat itu. Maka ia langsung menutup Al-Qurโan dan meninggalkannya. Allah rupanya berkehendak lain. Tak berapa lama kemudian ia menonton siaran televisi BBC. Seorang penyiar tengah mewawancarai tiga astronom Amerika Serikat AS tentang aktivitas mendaratkan manusia ke bulan. Saat itu tahun 1978. BACA JUGA Ketika Bulan Terbelah Sang penyiar mengkritik kebijakan pemerintah AS yang mengirim manusia ke bulan. Kebijakan itu telah menghabiskan biaya sekitar 100 juta dolar AS. Ini pemborosan. Bila dana tersebut diberikan kepada jutaan orang yang kelaparan akan jauh lebih berfaedah. Para ilmuwan itu membela diri. Mereka mengatakan bahwa perjalanan tersebut telah membuktikan satu fakta penting yang seandainya mereka mengeluarkan dan berkali-kali lipat dari dana itu untuk membuat manusia yakin dan menerima fakta tersebut, tetap tak ada seorang pun yang akan mempercayainya. Si penyiar sontak bertanya, โFakta apa itu?โ Para ilmuwan itu menjawab bahwa bulan pada masa dahulu kala pernah terbelah, kemudian melekat lagi. Bekas-bekas yang menunjukkan fakta ini sangat terlihat di permukaan bulan sampai ke dalam perut bulan. Begitu mendengar ini saya langsung melompat dari kursi yang saya duduki di depan televisi dan berkata dalam hati bahwa sebuah mukjizat telah terjadi pada Muhammad tahun yang lalu,โ kata Pidcock. โAl-Qurโan telah menyebutkannya dengan perincian yang begitu mengagumkan. Ini pasti agama yang benar,โ kata Pidcock lagi. Ia pun memeluk Islam. Peristiwa terbelahnya bulan banyak dilansir berbagai kitab hadits dan sirah berdasarkan penuturan sejumlah sahabat, di antaranya Abdullah bin Umar dan Abdullah bin Abbas Radhiyallahu anhum. Sejarah India dan Cina Kuno juga telah menceritakan peristiwa ini. Kutipan dari buku โ1000 Mukzijat Nabi akhir Zaman Mukzijat Rasulullahโ oleh Dr. Mushtafa Murad halaman 8-9, sebagai berikut ini. Terbelahnya bulan juga merupakan salah satu mukzijat Rasulullah SAW, yakni bulan terbelah dua hingga sebuah gunung berada di antara keduanya. Dirawikan dari Anas, ia berkata, โPenduduk Makkah pernah meminta Nabi untuk menunjukkan sebuah mukzijat, maka bulan di Makkah terbelah dua. Beliau lalu membaca firman Allah, โTelah dekat datangnya saat itu hari kiamat dan telah terbelah bulan.โ QS. Al-Qamar [54]. Mendengar hal ini, orang-orang kafir Quraisy mengatakan, โBila ia telah berhasil menyihir kitaโ. Akan tetapi sebagian yang cerdas dari mereka berkata, โsihir memang bisa menimpa dan mengelabuhi orang yang hadir dan menyaksikannya, namun sihir tidak akan mampu mengelabui semua manusiaโ. HR. Al-Baihaqi. Beberapa pendapat bermunculan tentang pemahaman โterbelahnya bulanโ dalam ayat QS. Al-Qamar [54] di atas. Ir. Agus Haryo Sudarmojo dalam bukunya โMenyibak Rahasia Sains Bumi dalam Al-Qurโanโ di halaman 66-68, mengutarakan satu per satu sebagai berikut ini. Pendapat Pertama. Secara Geo-Sains memang telah terbukti bahwa dahulu kala bulan pernah terbelah akibat benturan asteroid. Data perbatuan bulan menyajikan informasi adanya jalur batuan metamorf yang menembus bulan. Jalur itu berawal dari permukaan hingga ke inti dan menembus ke permukaan bulan di sisi yang berseberangan. Hal ini hanya dapat dijelaskan bila bulan pernah terbelah dan menyatu kembali. Pergesekan saat terjadi penyatuan bagian-bagian batuan bulan menimbulkan tekanan P dan temperatur T yang tinggi dan selanjutnya mebentuk jalur metamorf. BACA JUGA Meski Melihat Mukjizat Bulan Terbelah, Mereka Tetap Kafir Pendapat kedua. DR Khalifa dari NASA telah menjelaskan pengertian ayat tersebut, yaitu bahwa tidak seorang pun dapat menyangkal kebenaran Surah Al-Qamar Ayat 1. Kita dapat merujuk suatu kenyataan bahwa Neil Amstrong dan Aldrin meninggalkan bulan dengan membawa batuan bulan sebanyak 21 kg untuk contoh penelitian. Itulah yang dimaksud dengan pengertian terbelahnya bulan, dan inilah yang membuat sang ilmuan NASA itu memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Khalifa. Pendapat ketiga. Suatu saat bulan akan terbelah bila mendekati kiamat. Secara sains, hal ini juga dimungkinkan apabila asteroid membentur bulan sehingga bulan lenyap dan hancur. Dari ketiga pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa sangat mungkin terwujud. Bulan pernah terbelah di masa lalu dan akan kembali terbelah di masa yang akan datang berdasakan data-data sains. Wallahuโalam. [] SUMBER
MenurutAlkitab Perjanjian Lama, Perjanjian Baru dan Al-Qur'an, Musa adalah pemimpin dari Bani Israil dan pemberi hukum yang dianggap sebagai penulis Taurat. Menurut Kitab Keluaran, Musa lahir di masa ketika bangsanya, yaitu Bani Israil menjadi bangsa minoritas yang ditindas di Mesir kuno, dan karena populasinya yang terus meningkat ditakutkan
Di antara mukjizat luar biasa Nabi Muhammad yang terjadi pada bulan Syaโban dan dikenang sepanjang zaman adalah peristiwa terbelahnya Bulan. Habib Abu Bakar al-Adni dalam kitab an-Nafhah al-Rabbaniyah fi Khashรขis asy-Syaโbaniyah menjelaskan dengan bentuk syair, ุงูุดูุงู ุงููู
ุฑ ูู ูุตู ุดูุฑ ุดุนุจุงู ูู ุงููุตู ู
ู ุดุนุจุงู ูุงูุจุฏุฑ ุงุณุชูู ู
ูุชู
ูุง ูู ุฃููู ู
ุชูุฏุง ุฏุงุฑ ุงูุญุฏูุซ ูู ููุงุญู ู
ูุฉ ุจูู ุงูุฑุณูู ููุฑูุด ุจูุฏุง ูุฏุนูู
ููุญู ููู
ุง ูููุฐูุง ุฃููุณูู
ู
ู ุดุฑ ุดุฑู ุจุฏุฏุง ูุงุดุชุฑุทูุง ู
ู ุฃุฌู ูุฐุง ุฃู ูุฑูุง ุจุงูุนูู ุดู ุงูุจุฏุฑ ูุงูุดู ุงุจุชุฏุง ู
ุนุฌุฒุฉ ููู
ุตุทูู ูู ููู
ู ุฌุงุฆุช ุจูุง ุงูุฃูุงุช ูุงูุฑุฃ ุชุณุนุฏุง Terbelahnya Bulan pada Pertengahan Syaโban โPada pertengahan bulan Syaโban, ketika rembulan ada di posisi Istiwa, dengan kesempurnaan cahayanya di ufuk Terjadilah perbincangan di sudut kota Makkah, antara Rasulullah dan kaum Quraisyโ Rasulullah mengajak mereka kaum Quraisy pada kebenaran, agar diri mereka bisa lepas dari jeleknya kesyirikan Dengan ajakan ini mereka memberikan syarat berupa bisa melihat terbelahnya Bulan, kemudian bulan terbelah dengan jelas Mukjizat nabi yang terpilih pada kaumnya, terdapat dalam Al-Qurโan ayat tentang peristiwa tersebut, maka bacalah agar engkau selamatโ Setelah Bulan terbelah menjadi dua dengan sangat jelas, dan mereka saksikan secara langsung, apakah mereka beriman? Mari simak penjelasan Habib Abu Bakar selanjutnya, ููุฐุจูู ูู
ุถูุง ูู ุบููู
ุฌููุง ููุจุฑุง ูุงูุฒู
ุงู ุงุชุญุฏุง ูููููููู ู
ุฑุชุจูููุท ุจุดูููุฑู ุดุนุจุงู ู
ู ุญูุซ ุงูุฒู
ุงู ุงูู
ุจุชุฏุง โMereka menginkari dan pergi dalam keadaan sesat sebab kebodohan dan kesombongan Peristiwa ini diketahui terjadi pada bulan Syaโbanโ Lihat, an-Nafhah al-Robbaniah fi Khosoisi al-Syaโbaniah, 11-12 Peristiwa terbelahnya Bulan yang terjadi pada zaman Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam itu merupakan salah satu mukjizat luar biasa, bahkan diabadikan dalam Al-Qurโan tepatnya dalam surat Al-Qamar. Allah berfirman ุงููุชูุฑูุจูุชู ุงูุณููุงุนูุฉู ููุงููุดูููู ุงููููู
ูุฑู ููุฅููู ููุฑูููุง ุขููุฉู ููุนูุฑูุถููุง ููููููููููุง ุณูุญูุฑู ู
ูุณูุชูู
ูุฑูู ููููุฐููุจููุง ููุงุชููุจูุนููุง ุฃูููููุงุกูููู
ู ููููููู ุฃูู
ูุฑู ู
ูุณูุชูููุฑูู โSaat hari kiamat semakin dekat, Bulan pun terbelah. Dan jika mereka orang-orang musyrikin melihat suatu tanda mukjizat, mereka berpaling dan berkata, ini adalah sihir yang terus-menerus. Dan mereka mendustakan Muhammad serta mengikuti keinginannya, padahal setiap urusan telah ada ketetapannyaโ QS Al-Qamar 1-3 Menurut Syekh Wahbah az-Zuhaili dalam kitab Tafsir Munir, ayat tersebut mengisahkan sikap kaum kafir Quraisy yang terus-menerus mendustakan dakwah Nabi. Beliau menjelaskan, ุซู
ุฃุฎุจุฑ ุงููู ุชุนุงูู ุนู ู
ููู ุงูููุงุฑ ูุนูุงุฏูู
ุฃู
ุงู
ูุฐู ุงูู
ุนุฌุฒุฉุ ููุงู ููุฅููู ููุฑูููุง ุขููุฉู ููุนูุฑูุถููุงุ ููููููููููุง ุณูุญูุฑู ู
ูุณูุชูู
ูุฑูู ุฃู ูุฅู ูุฑ ุงูู
ุดุฑููู ุนูุงู
ุฉ ุนูู ุงููุจูุฉ ูุฏูููุง ุนูู ุตุฏู ุงูููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุ ูุนุฑุถูุง ุนู ุงูุชุตุฏูู ูุงูุฅูู
ุงู ุจูุงุ ูููููุง ู
ูุฐุจูู ุจูุง ูุงุฆููู ูุฐุง ุณุญุฑ ููู ุดุฏูุฏ ูุนูู ูู ุณุญุฑ โKemudian Allah memberikan kabar terkait sikap dan keras kepalanya orang-orang kafir di hadapan mukjizat ini terbelahnya Bulan. Allah berfirman, ููุฅููู ููุฑูููุง ุขููุฉู ููุนูุฑูุถููุง ุงูุฎ yaitu, meski orang-orang musyrik melihat tanda-tanda kenabian, dan bukti bahwa Nabi Muhammad benar, mereka tetap berpaling dari kebenaran dan iman padanya, bahkan pergi sambil berkata, ini adalah sihir yang kuat dan hebat, dan melebihi setiap sihir.โ Syekh Wahbah az-Zuhaili melanjutkan, ููุฐุง ุฑุฏู ุนูู ุงูู
ุดุฑููู ุงูุฐูู ุทุงูุจูุง ุจุขูุฉุ ูุงู ุงูู
ูุณุฑูู ูู
ุง ุงูุดู ุงููู
ุฑุ ูุงู ุงูู
ุดุฑููู ุณุญุฑูุง ู
ุญู
ุฏุ ููุงู ุงููู ุชุนุงูู ููุฅููู ููุฑูููุง ุขููุฉู ูุนูู ุงูุดูุงู ุงููู
ุฑ. ุซู
ุฃูุฏ ุชุนุงูู ู
ููููู
ูุฐุง ุจูููู ููููุฐููุจููุง ููุงุชููุจูุนููุง ุฃููููุงุกูููู
ูุ ููููููู ุฃูู
ูุฑู ู
ูุณูุชูููุฑูู ุฃู ููุฐุจูุง ุจุงูุญู ุฅุฐ ุฌุงุกูู
ุ ูุงุชุจุนูุง ู
ุง ุฃู
ูุชู ุนููู ุฃููุงุคูู
ูุขุฑุงุคูู
ูู ุฃู ู
ุญู
ุฏุง ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุณุงุญุฑ ุฃู ูุงููุ ุจุณุจุจ ุฌูููู
ูุณุฎุงูุฉ ุนููููู
. ุซู
ูุฏุฏูู
ุชุนุงูู ูุฃุฎุจุฑูู
ุจุฃู ูู ุฃู
ุฑ ู
ูุชู ุฅูู ุบุงูุฉ ู
ู
ุงุซูุฉ ููุ ูุงูุฎูุฑ ูุณุชูุฑ ุจุฃูู ุงูุฎูุฑุ ูุงูุดุฑ ูุณุชูุฑ ุจุฃูู ุงูุดุฑู Ayat ini ููุฅููู ููุฑูููุง ุขููุฉู ููุนูุฑูุถููุง ุงูุฎ merupakan penolakan terhadap permintaan orang-orang musyrik terhadap suatu mukjizat. Ulama mufassirin ahli tafsir mengatakan, ketika Bulan terbelah, orang-orang musyrik berkata, Muhammad telah menyihir kita, maka Allah berfirman ููุฅููู ููุฑูููุง ุขููุฉู ููุนูุฑูุถููุง ุงูุฎ yaitu mereka akan tetap berpaling meski sudah melihat mukjizat secara jelas, kemudian Allah memperjelas dengan ayat selanjutnya, ููููุฐููุจููุง ููุงุชููุจูุนููุง ุฃููููุงุกูููู
ู bahwa orang musyrik akan mendustakan terhadap kebenaran yang didatangkan kepadanya, dan mengikuti sikap condong terhadap keinginan dan persepsinya, bahwa Nabi Muhammad adalah penyihir dan peramal, semua itu disebabkan kebodohan dan sempitnya akal mereka. Dan Allah memberikan peringatan bahwa semua bukti sudah Allah tunjukkan pada mereka, dengan bukti yang sangat jelas. Maka kebaikan akan selalu bersama dengan orang baik, begitu pun kejelekan akan selalu bersama dengan orang jelek. Lihat, Tafsir al-Munir, juz 27, h. 144. Dari kejadian ini terdapat hikmah yang sangat besar yaitu, orang yang sudah menyaksikan secara langsung bukti kekuasaan Allah, dan bukti kebenaran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sekalipun, dengan sangat jelas dan sempurna, tanpa kekurangan dan kecacatan sama sekali belum tentu mendapatkan hidayah Islam, bahkan kejadian itu sama sekali tidak berfaedah bagi orang-orang yang sudah keras kepala. Sunnatullah, santri Pondok Pesantren Al Hikmah Bangkalan
18 15 Feb 2008. #1. Penggunaan simbol bulan bintang terjadi setelah Sultan Memet (Muhammad) II menaklukan konstatinopel pada 1453. Kristen memiliki simbol salib, Yahudi mempunyai bintang Daud, dan Islam identik dengan bulan sabit dan bintang berdimensi lima. Rasanya tidak afdhol jika di puncak kubah atau menara masjid tidak ada bulan bintang.
๏ปฟ403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID wTM2BHf_ZNglIz1F6kbA6w2iFf9n9jW5hREmdgJjMQr3dpDD9KIimA==
BUKTIILAHIYAH - AL-QUR'AN DAN HADITS Firman Allah dan Hadits Rasulullah (saw) "Telah hampir saat (qiamat) dan telah terbelah
Allahmenjadikan bulan dengan berbagai fase agar kita merenungi ciptaan-Nya yang begitu agung dan merenungi bahwa memang Allah adalah Tuhan yang sejati, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia. Tidak ada yang mampu berbuat demikian kecuali Allah Jalla Jalaluh. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan.
Takperlu khawatir, sebab pada kesempatan ini kami akan menuliskan kesaksian tersebut dalam bahasa Indonesia secara lengkap. Langsung saja tanpa basa basi kembali, silahkan simak kesaksian rohani Kristen tentang akhir zaman berjudul Tuhan semakin dekat berikut ini. Kesaksian Rohani Kristen Akhir Zaman: Tuhan Makin Dekat. Matius 24:32-35
Telahdekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. (Q.S. Al-Qamar : 1) Pada suatu saat Nabi Muhammad shallallahu diminta oleh orang-orang kafir Quraisy untuk menunjukkan sebuah mukjizat dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun melakukan sebuah mukjizat yang sangat luar biasa yang belum pernah dilakukan siapapun, yaitu membelah bulan.
NovelBulan Terbelah Di Langit Amerika (Cover Baru) di Tokopedia โ Promo Pengguna Baru โ Cicilan 0% โ Kurir Instan.
Chechnyaadalah negara yang berbentuk republik dalam federasi Rusia, 95 persen penduduknya memeluk agama Islam. Sisanya adalah pemeluk agama kristen ortodoks. msn kembali ke beranda msn
KisahBulan Terbelah dalam Al Quran, Mukjizat Terbesar Nabi Muhammad saw Bulan Terbelah Foto Bulan Terbelah lihat Panah Sumber : Nabi Muhammad Saw Menurut Numerologi Dan Astrologi Cina, Muharram Hidayatullah. Salah satu mukjizat terbesar Nabi Muhammad Saw adalah terbelahnya bulan, yang terjadi pada tahun ke-9 kenabian. Yang satu berada di atas
UmatKristen Palestina dalam sebuah Parade Natal. "Sungguh, telah dekat hari qiamat dan telah terbelah bulan. Ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus", dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka.
byBP ยป Sat Sep 14, 2013 10:40 pm. Symbol Angka-angka dalam Alkitab. Dalam Alkitab bilangan/ angka juga digunakan sebagai lambang atau mengungkapkan arti teologis. A. Angka "satu". Angka "1" (satu) , adalah angka Illahi, Awal/ permulaan/ pertama, sumber segala sesuatu: * Kejadian 1:1. LAI-TB, Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
Belikoleksi Bulan Terbelah Di Amerika online lengkap edisi & harga terbaru April 2022 di Tokopedia! โ Promo Pengguna Baru โ Kurir Instan โ Bebas Ongkir โ Cicilan 0%.
SALAHsatu tanda kiamat adalah terbelahnya bulan. Masalah ini sebenarnya persoalan ghaib. Namun, pada masa Nabi s.a.w., bulan pernah terbela
Adapundata yang menyebutkan bahwa katanya menurut ilmuwan NASA atau lainnya yang katanya membenarkan bulan pernah terbelah itu adalah salah satu data atau katakanlah pendapat ilmiah saja yang pastinya bisa selalu berubah-ubah menurut zaman, yang seharusnya tidak mengoncang sedikitpun keyakinan kita akan mukjizat Nabi SAW. Karena jika Allah
5E1KI.